Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Desember 2015

Masa di Batas Akhir

Masa di Batas Akhir

Aku ingin hanya jika aku ingin.
Aku bangun hanya jika aku ingin bangun,
tak perduli justru aku tertinggal dan terlindas,
terlebih lagi pulih dari kecewa tak semudah goresan pensil dihapus dengan penghapus.
Bahkan penghapuspun terkadang dapat membuat kertas mengelupas karena terlalu berusaha keras menghapus yang pernah tertulis.

Aku tahu ini bukanlah titik akhir,
namun aku merasa masa itu telah di batas akhir.
Sekalipun aku pernah mengelak dan pergi, namun aku kembali tertarik dan masuk ke dalam ruang yang lebih dalam lagi.
Namu sekali lagi masa itu telah berada di batas akhir, sekalipun aku kembali, mungkin hanya sepoi angin yang menyambut.

Tiada lagi megah panggung tempatku berdiri.
Tiada lagi gemerlap cahaya lampu yang menyoroti hanya pada tempatku berdiri.
Tiada lagi kerumunan mata yang memandang kearah tempatku berdiri.
Tiada lagi pasang-pasang telinga yang mendengarku bersajak.

Hanya saja aku bukan lagi berada di masa itu.
Ketika kata pantas dan tak pantas disematkan,
hanya saja aku tak lagi pantas.
Apa latar belakangmu?
Pertanyaan berbelit itu hanya coba buatku tak kembali.
Obrolan tak berarah kembali buatku merasa ingin mundur.

Satu, Dua, Tiga...
Mundur perlahan sambil kepalkan tangan.
Tunggu aku jika aku ingin.
Tunggu aku jika aku ingin menjawab,
namun tak kan aku jawab dengan ucapanku,
tapi "lihatlah aku sekarang, maka pantaskah?"

Sombong buatmu terperosok jatuh.
Menjatukan buatmu malu nanti.
Nanti lihatlah cerita diakhir, ini barulah masa dibatas akhir, bukan akhir.

Senin, 09 September 2013

Beda



Lama ku tak berkata.
Diam bagai tak bernyawa.

Kini ku buka mata,
tuk bangkitkan jiwa
yang telah letih dalam diam.

Kini masihkah berlaku diam itu emas?
Atau jemputlah emas tuk mendapatkannya?

Dalam sedalamnya makna kata,
dengan roda kehidupan yang terus berputar,
kata tak dapat dimaknai sama.

Periode terus bergulir.
Paradigma terus mengalir.
Semua tak dapat dimaknai sama.
Semua dapat beda.

September, 2013

Selasa, 06 Agustus 2013

Sekelumit Pencarian Bahagia



Rasanya mulai terasa berat,
tentang apa yangku lakukan
di akhir bulan lalu dan di awal bulan ini.

Namun sedikit-demi sedikit mulai terarah.
Mana yang benar jalanku
dan mana yang bukan.

Mungkin ini benar tapi terasa salah.
Dan saat itulah ku merasa jiwaku tak
di sini meski raga masih terpaku di sini.

Sebenarnya dapat di simpulkan:
hanya sebagai pelarian mencari bahagia semata.
Namun, sebenarnya tak perlu bingung mencari bahagia.

Bahagia itu dapat dekat dengan Allah,
dekat dengan orang tercinta:
orang tua, keluarga, sahabat,
seperti hari ini..

Terbayar lunas semua penantian.
Maka setelah ini,
setelah fokusku kembali,
setelahku dapat menyelesaikan
urusanku di akhir bulan ini,
aku akan kembali ke jalanku.

Aku kembali memfokuskan diri
menjadi pribadi baru yang bahagia
membahagiakan orang tercinta:
orang tua, keluarga, sahabat.

Agustus 2013

Senin, 05 Agustus 2013

Rinduku Padamu


Menginjak angka lima,
bukanlah waktu singkat.
Rasaku semakin melekat, 
merajut asa kian tinggi kian menguat.

Inilah rasaku padamu,
tak kian memudar ataupun merapuh,
meski aral mendera dan jarak kian jauh.

Jauhnya jasadku denganmu, 

tak hapuskanmu di hatiku.
Dekatnya rasaku padamu,
menjadikan rindu ini kian mendesakku bertemu denganmu.

Entah kapankah rinduku ini kan dapat beradu dengan rindumu,
tuk melepas rindu yang kian membelenggu.

Inilah rinduku padamu,
do'aku bersamamu.

Agustus 2013

Senin, 15 April 2013

Satu Frekuansi



Aku tahu seberapa besar bebanmu,
namun karena itu jangan jauhi aku,
sertakanlah aku untuk memikulnya bersamamu.

Aku yang melihatmu selalu berdo’a,
menengadahkan tanganmu ke atas,
sertakanlah aku menjadi ma’mum-mu,
untuk mengaminkan do’amu.

Seperti migrasian burung yang membentuk huruf V,
maka kala salah satu diantaranya lelah,
salah satunya lagi menemani,
sekalipun harus tertinggal dengan yang lain,
namun setelahnya tetaplah sampai ke tujuan,
tak perduli seberapa lama menghabiskan waktu.

Genggamlah erat-erat tanganku,
Sekalipun terpisah jarak dan waktu,
Tetaplah genggamlah dalam alam maya,
Hatimu-hatiku tetap dalam satu frekuensi.
 
2013 

Minggu, 23 September 2012

Seperti Daun Gugur Tertiup Angin



Seperti daun gugur tertiup angin,
entah akan kemana melabuhkan diri.
Meskipun tahu harus kemanaberlabuh,

namun...
Ketika angin berhembus ke barat,
maka akan menuju barat.
Ketika angin berhembus ke timurpun juga sama.

Jalanan begitu berliku dan terjal.
Begitu jauh di ombang-ambingkan perjalanan.
Namun apakah sampai pada tujuan?
Apakah bisa untuk sampai tepat waktu?
Ataukah semua akan berakhir pada
pusaran angin berputar seperti tornado, 

selalu berada di tempat yang sama?

Semuanya terasa kian semu..
benar seolah tak benar,
salah seolah bisa dibenarkan..
Tak ada lagikah kepastian yang pasti?

Hingga pada akhirnya,
daun gugur telah gugur terlebih dahulu:
menjadi serpihan debu di perjalanan..
Entah akankah debu itu kan berlabuh 

ke tempat yang semestinya atau tidak.

September 2012