Menimba ilmu sampai akhir hayat Belajar adalah kebutuhan, belajar bukanlah untuk mampu hidup di dunia nyata, namun hidup itu sendiri adalah belajar... Iqra'
Selasa, 03 Januari 2017
Obat yang Bisa Membuat Happy
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Selasa, 27 September 2016
Ku Titipkan Sebagian Kenangan pada Tulisan ini
Mungkin inilah alasan mengapa sudah satu tahun terakhir ini tidak bisa move on, menyimpan segala kebahagiaan hanya untuk sendiri.
Move on dari kesedihan itu sulit, namun ternyata lebih sulit lagi move on dari kebahagiaan.
Di sinilah tempat saya menimba ilmu. Di dalamnya banyak sekali kenangan. IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tadris IPA Biologi. Di tempat ini saya merasakan kenyamanan menjadi "diri saya sendiri". Just be my self. Beruntungnya saya dipertemukan oleh warga Bio B (teman sekelas saya selama 4 tahun), the kru lab (teman seperjuangan di laboratorium), para dosen yang rasanya seperti orang tua sendiri di kampus, teman sekamar ma'had, kelompok KKN Kliwed. Semuanya sangat berarti dalam perjalanan hidup saya, mereka sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter saya. Bersama mereka, saya dapat menemukan tentang siapa "diri saya".
Memang ada kalanya dalam hidup ini jatuh bangun, namun mereka tidak membiarkan saya begitu saja ketika terjatuh. Dibangunkannya lagi saya oleh mereka hingga saya terbangun kembali.
Dulu saya pikir setelah lulus dan di wisuda saya akan begitu bahagia karena mendapatkan hasil yang telah dinanti selama 4 tahun. Namun nyatanya semua tak sesuai dengan yang terpikirkan. Berpisah dari mereka ternyata adalah hal yang tersulit dari langkah perjalanan hidup ini. Seperti nahkoda yang kehilangan kompasnya, tak tahu arah pulang, tak tahu arah tujuan, kurang lebih seperti itulah saya ketika harus berpisah dengan mereka. Namun itulah hidup, harus terus berjalan. Senyaman apapun masa lalu, jika sudah lulus dalam step masa itu, haruslah menapaki step kehidupan yang lebih tinggi lagi dan naik kelas kehidupan.
Bersamaan dengan terselipkan rindu di dalamnya, kutitipkan sebagian cerita ini dalam tulisan untuk melegakan hati. Berharap sedikit - demi sedikit dapat move on dan bisa melanjutkan step kehidupan dengan lebih tenang. Bukan untuk melupakan, hanya saja untuk dapat melanjutkan langkah ke depan tanpa membandingkan dulu dengan sekarang. Karena kini sudah saatnya menjadi pembelajar cepat.
Bersamaan dengan rindu yang terselipkan juga ada do'a untuk mereka agar semuanya selalu diberikan kecukupan rizqi, baik itu berupa kesehatan dan segala kebahagiaan.
Terimakasih untuk segala bahagia yang telah tercipta, dan saya beruntung dapat menjadi bagian dari kalian pada masa itu.
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Kamis, 15 September 2016
Sebuah Sudut Pandang: Karya dan Kaitannya dengan Kebutuhan Manusia
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Jumat, 12 Agustus 2016
Reward Hanya untuk yang Benar dan Punishment Hanya untuk yang Salah
Reward Hanya untuk yang Benar dan Punishment Hanya untuk yang Salah
Tulisan ini bermula dari pengalaman saya mengajar di dunia nyata dalam kurun waktu satu tahun kurang satu bulan dengan dibandingkan teori yang pernah saya terima dalam sebuah seminar dan sebuah buku yang bersumber dari nara sumber yang sama.
Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengikuti seminar seputar pendidikan yang pematerinya merupakan penulis buku terkenal. Saya sendiri sebenarnya belum sempat membaca buku karangannya ketika mengikuti seminar. Namun setelahnya, karena penasaran maka saya meminjam buku karangan beliau di perpustakaan.
Inti pemikiran beliau ialah, hendaknya membiarkan anak dalam melakukan segala hal untuk mengembangkan kreativitasnya. Hindari kalimat "jangan" atau "tidak boleh". Hindari segala bentuk pelarangan apapun. Hindari memarahi, hindari memberikan punishment. Karena menurut pendapat beliau segala bentuk pelarangan tersebut hanya akan dapat menghentikan kreativitasnya, akan membunuh kreativitasnya. Sampai-sampai beliau mencontohkan bahwa siswa yang berlaku tidak rajin, sangat malas sehingga kurang pandai dalam akademiknya karena kemalasannya tersebut, oleh guru dalam cerita ia memuji anak tersebut sehingga logikanya siswa menjadi "malu" dan akhirnya merubah prilakunya menjadi lebih rajin lagi dalam belajar. Contoh tersebut menggambarkan meskipun siswa salah, siswa tetap dipuji agar ia berpikir mengapa guru memujinya padahal ia berbuat salah, maka ia akan malu dan akhirnya berprilaku seperti sesuai dengan pujian dari gurunya. Namun bagaimanakah kenyataan dilapangan jika hal tersebut dilakukan?
Saya telah menerapkan hal yang sama seperti dalam pemikiran teori pengarang buku sekaligus pemateri dalam seminar tersebut dan saya menerapkan pula hal yang berbeda dari buku tersebut di waktu yang tidak bersamaan. Hasilnya, siswa yang dididik dengan mengikuti sepenggal teori buku tersebut seperti menghasilkan produk salah asuh dan hasilnya terlihat jauh berbeda dengan menggunakan cara mendidik yang berlawanan dengan sebagian teori buku tersebut.
Inti dari pengalaman saya yaitu bahwa ketika siswa melakukan hal yang salah, maka katakan salah, dan tidak perlu takut untuk mberikan punishment yang tentunya punishment yang mendidik. Tidak perlu takut untuk mengajarkan kebenaran. Pujian adalah bentuk kecil dari sebuah reward. Jika siswa berbuat salah, maka katakan apa adanya, jangan malah diberikan pujian. Hal ini akan membuat siswa lain kebingungan. Suatu hal yang salah mengapa mendapat pujian atau reward? Jangan sampai karena siswa lain merasa iri terhadap temannya tersebut dan ingin dipuji juga maka ia melakukan kesalahan yang sama dengan temannya. Akhirnya hal ini menjadi peristiwa salah asuh. Ibaratkan siswa yang masih belum memahami mana yang benar dan mana yang salah, guru wajib menunjukkan kebenaran dengan memberikan punishment hanya pada yang salah dan reward hanya kepada yang benar sekalipun reward tersebut hanya berupa pujian.
Ketika saya menerapkan reward dan punishment sesuai dengan haknya, terdapat perbedaan yang besar. Siswa yang diberi reward berupa pujian hanya ketika ia benar dan siswa yang diberi punishmant hanya ketika ia salah membuat mereka lebih berdisiplin dan memahami perbedaan yang jelas antara yang mana yang benar dan salah. Contoh hal yang sederhana yang saya lakukan ialah ketika siswa tidak mengerjakan PR saja dengan siswa yang tidak mengerjakan PR sekaligus terlambat masuk kelas karena bermain diluar kelas diberikan punishment yang berbeda sesuai proporsinya. Misalkan siswa yang tidak mengerjakan PR diberi punishment untuk menulis Q.S. Al-Ikhlas sebanyak satu kali karena hanya satu kesalahan yang ia lakukan. Sedangkan siswa yang tidak mengerjakan PR dan terlambat masuk kelas diberi punishment menulis Q.S Al-Ikhlas sebanyak dua kali karena ia melakukan dua kesalahan. Sedangkan siswa yang mengerjakan PR dan tepat waktu masuk ke dalam kelas diberi apresiasi berupa pujian dan menunjukkan kepada siswa yang melanggar bahwa temannya tersebut adalah contoh yang baik. Setelah saya menerapkan metode tersebut yaitu menempatkan reward dan punishmen sesuai dengan hak proporsinya, terbukti bahwa siswa lebih disiplin dan terdapat prilaku yang lebih baik dari yang sebelumnya.
Mungkin ini bisa menjadi refisi dari sepenggal teori buku yang pernah saya baca. Buku tersebut sebenarnya bagus, namun pada bagian pujian atau reward dan punishment harus tetap ada dan diterapkan sesuai dengan proporsi hakny yang tepat. Karena melalui reward dan punishment secara tidak langsung siswa sedang dididik agar mengetahui dengan jelas tentang perbedaan antara yang mana yang benar dan yang mana yang salah.
Wallahua'lam.
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Kesenjangan Sosial
Kesenjangan Sosial
Adanya kesenjangan sosial dan timbulnya rasa iri, hal tersebut adalah karena orang lebih sering menampilkan hasil dari pada prosesnya, atau orang hanya lebih banyak melihat hasil akhir dari pada prosesnya.
Sehingga, mind sett sebagian orang hanya mengeluh "Wah enak banget hidupnya dia, kalau saya ya begini-begini saja."
Padahal proseslah yang penting.
Perbedaan antara satu orang dengan yang lain adalah prosesnya, atau usahanya.
Jangan pernah iri dengan yang lebih di atas dari kita, bisa jadi prosesnya yaitu usahanya dalam meraih sesuatu lebih giat dari pada kita.
Selalu gunakan logika sebab-akibat.
Sebab orang itu rajin, tekun, dan ulet maka akibatnya hidupnya terlihat lebih enak.
Pun sebaliknya, sebab orang itu malas, selalu negative thinking, dan suudzon maka akibatnya di dalam benaknya hidup yang dijalani selalu terasa susah.
Tidak ada usaha yang sia-sia.
Setiap usaha akan membuahkan hasil.
Setiap hasil bergantung dengan niatnya pula.
"Barang siapa yang menginginkan dunia, maka ia akan mendapatkan dunia. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka ia akan mendapatkannya. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka ia akan mendapatkan keduanya."
So, ketika rasa iri tiba-tiba menyelimuti kalbu, maka ingatlah bahwa semua hasil yang nampak adalah melalui proses usaha yang lebih keras dari pada kita, hanya saja kita tak pernah tahu bagaimana jerih payah orang lain dalam meraih sesuatu. Maka, usaha yang dilakukan harus lebih keras lagi dari sebelumnya agar dapat mencapai sesuai hasil yang diinginkan.
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Kamis, 11 Agustus 2016
Full Day School
Full Day School
Full day school masih menjadi trending topik, ikutan berpartisipasi aaaah... hehe...
Masalah setuju atau tidak, bebas, namanya juga pendapat.
Tapi, faktanya ialah, setiap fullday school yang saya ketahui, hasilnya itu memang luar biasa bagus.
Contohnya sekolah di daerah Cirebon di dekat tempat saya tinggal dulu sewaktu mencari ilmu di perkuliahan. Antara murid, guru, dengan orang tua memiliki komunikasi yang baik dan lebih memiliki perhatian khusus, rasa kekeluargaannya lebih kental.
Orang tua tidak seenaknya saja menitipkan anaknya di sekolah, namun nyatanya ada jalinan kekeluargaan yang harmonis antara guru dengan orang tua. Orang tua dapat lega menitipkan anaknya untuk di didik pada orang yang tepat. Gurunyapun menyayangi muridnya layaknya anaknya. Dalam acara tertentu, orang tua juga sering dilibatkan, misalkan untuk hadir bersama orang tua dalam event tertentu, ataupun pada hari tertentu diadakan piknik keluarga yang melibatkan interaksi antara murid, orang tua, dan guru.
Lalu bagaimana belajarnya? kasihan otaknya meledak? Mungkin hanya terlalu berlebihan saja dalam menanggapinya bagi yang belum tahu. Setahu saya, ada waktunya istirahat, ada waktunya makan siang bersama, ada waktunya sholat berjamaah, sampai ada waktunya tidur siang, pokoknya murid di fasilitasi senyaman mungkin seperti berada di rumah sendiri. Pengetahuan siswanya oke, hafalan Al-Qur'an murid-muridnya juga diacungi jempol.
Itu gambaran untuk sekolah yang memang sudah di setting full day school, alias sudah siap segalanya. Namun, jika diterapkan serentak seluruhnya, mungkin harus lebih dikaji lagi mengenai kesiapannya, mulai dari fasilitas hingga kesiapan para pendidiknya.
Sepengalaman saya sih, ini mah saya yaa.. Hehe...
Dulu ketika saya SMP, lokasinya cukup jauh dengan rumah. Standarnya sekolah pulang paling lama jam 2 sore. Tapi itu belum cukup, maka saya mengikuti bimbel di salah satu lembaga bimbingan belajar. Pulang sampai rumah kakek bisa sampai Isya (Belum sampai rumah orang tua). Itu juga belum cukup untuk saya, maka di malam hari setelah waktu Isya saya les matematika dengan memanggil guru privat dan belajar di rumah salah satu teman saya yang lokasinya dekat dwngan rumah kakek saya. Pulang dijemput ayah saya sampai rumah sekitar jam 10 hingga 11 malam. Kalau tidak ada PR langsung tidur, kalau masih ada PR langsung dikerjakan. Bukannya bermaksud sombong atau bagaimana, tapi saya terus melakukan aktivitas tersebut karena saya merasa sangat tidak bisanya saya, saya merasa betapa bodohnya saya ketimbang dengan teman-teman lain. Saya hanya murid dari kampung yang sedang menuntut ilmu di kota, dan saya ingin "Bisa!" itu saja. Selama saya menjalani hari-hari itu, ada kalanya terasa lelah. Tapi otak saya tidak pernah meledak. Justru saya merasa waktu yang diberikan untuk hidup di dunia ini lebih manfaat. Justru saat-saat itu adalah saat-saat yang dirindukan. Merindukan bagaimana semangat, asyik, dan nikmatnya belajar. Pun ketika di perkuliahan dengan berbagai tugas, makalah, laporan, yang tidur sampai begadang menyelesaikan segala tugas tersebut menjadi sebuah kerinduan tersendiri. Merindukan nikmatnya belajar. Merasa paling bodoh tapi ingin "Bisa", rasanya ada semangat dorongan tersendiri. Semakin tahu, maka semakin merasa kurang, semakin merasa bahwa ilmu ini luas dan masih banyak lagi yang harus dipelajari.
Mungkin belajar di pesantren lebih dari ini. Mungkin full day school adalah semi atau pertengahan antara sistem sekolah konvensional dengan pesantren. Mungkin pula sistem full day school adalah solusi untuk orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di pesantren namun tetap bisa bertemu setiap harinya. Maybe...
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Selasa, 05 Juli 2016
Tampil Cantik Tanpa Melupakan Syariat
Tampil Cantik Tanpa Melupakan Syariat
Hi Readers!
Hari ini H-1 Lebaran Idul Fitri, siapa sih yang ga mau tampil pangling lebih cantik buat ladies? Pastinya semua ingin tampil cantik, bukan?
Atau untuk keperluan sehari-hari ketika berada di out door pastinya ingin selalu tetap cantik, ya khan?
Biasanya ladies ingin tampil lebih cantik dengan cara menggunakan make-up. Poles sana - poles sini, bibir pakai lipstik memerah jadi nambah manis, mata diberi eyeliner, bulu mata diberi maskara, alis diberi sentuhan pensil alis, muka diberi bedak dan semacamnya.
Iya sih ya cantik, tapi apakah ladies memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan sempurnanya melaksanakan ibadah? Loh? maksudnya? Bingung? Penasaran? Yuk simaka beberapa hal berikut:
1. Pilihlah make-up yang mudah dibersihkan
Ladies, jaman sekarang banyak make-up yang menawarkan tahan lama sampai water proof alias tahan air, meskipun kena air tapi make-up ladies tetap menempel.
Iya sih oke, tapi kepikiran ga sih ketika kita ingin sholat? Sebelum sholat, kita harus berwudlu terlebih dahulu untuk menghilangkan hadast kecil kita. Sebaiknya bersihkan dulu muka kita dari make-up kemudian baru berwudlu agar wudlu kita sempurna. Jika make-up kita belum benar-benar bersih dan ketika berwudlu masih ada make-up yang menempel, maka tidak sempurna wudlunya, karena permukaan kulitmu tertutup make-up.
Hayo pilih mana? maksain tampil cantik atau menyempurnakan wudlu sehingga sempurnalah ibadah kita?
Ingat! Amalan yang pertama ditanyakan nanti di akhirat adalah sholat ya ladies!
Jangan takut ketika make-up luntur maka cantiknya juga luntur.
FYI(For Your Information) y ladies, terdapat pancaran cantik yang berbeda loh antara ladies yang suka berwudlu dengan yang tidak. Yang mukanya masih tertutupi make-up tebal ketika berwudlu, maka wudlunya tidak sempurna sama saja tidak berwudlu, karena aliran air tidak melewati permukaan kulit muka. Bagi yang peka, pokonya muka ladies kalau sering terkena air wudlu itu cantiknya istimewa deh.
2. Hindari Pewarna Kuku Sintetis
Ladies, kuku diwarnai boleh saja. Namun pakailah pewarna alami dan aman seperti pacar kuku alami. Hindarilah pewarna kuku sintetis atau kutek yang dapat menutupi permukaan kuku sehingga menyebabkan aliran air ketika berwudlu tidak bisa melewati permukaan kuku. Jika ketika berwudlu kuku kita tidak terkena aliran air, maka tidak sempurnalah wudlu kita. So, sholat kita juga tidak sempurna. Boleh saja kita memakai kutek, asal bersihkan terlebih dahulu sampai benar-benar bersih. Atau ladies bisa menggunakan kutek ketika sedang haid. Cantik yes, tapi perempuan yang memperhatikan sholatnya lebih cantik lagi, yakini hal tersebut ya ladies.
3. Mau Mencukur Alis? Berarti Siap Dilaknat Allah
Ladies, kita hidup di dunia ini karena Allah yang menciptakan kita. Maka sudah sepatutnya kita mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah melarang ladies mencukur alis. Allah akan melaknat orang yang mencukur alisnya. Ih serem ya? Jadi masih mau bela-belain mencukur alis hanya demi cantik di dunia yang sesaat dan mengorbankan diri dilaknat oleh Pencipta kita? Cerdaslah dalam memilih pilihan yang baik ya ladies. Semoga kita tetap mematuhi perintah Allah. Aamiin.
Tampil cantik adalah dambaan setiap perempuan. Cantik juga tidak asal cantik, tapi cantiklah yang smart. Smart memilih langkah-langkah perawatan kecantikan yang sesuai dengan syariat. Jadi, pilih mana ladies? Asal Cantik? atau Cantik Smart? Cantik Smart dong ya tentunya? Karena kita hidup tidak hanya di dunia, namun kehidupan di dunia ini adalah jembatan menuju akhirat yang abadi. Ingin kehidupan yang baik atau buruk nanti di akhirat, maka tentukan jembatanmu ketika di dunia. Jika ingin kehidupan yang baik di akhirat, maka sebelumnya ladies harus memilih jembatan yang baik pula ketika masih di dunia.
Sekian bahasan hari ini, semoga beanfaat ya ladies, and readers..
Meskipun bacaan ini bertema ladies, bagi para lelaki juga bisa ikut membaca untuk saling mengingatkan.
#ForReaders
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Minggu, 03 Juli 2016
Tips Agar Tetap Menjaga Sholatmu di Tengah Suasana Ramai
Tips Agar Tetap Menjaga Sholatmu di Tengah Suasana Ramai
Hi readers...
Bulan ini adalah Bulan Ramadhan. Masih berpuasa, bukan?
Biasanya banyak undangan buka puasa bersama, nih. Undangan mulai dari keluarga, perkumpulan rekan kerjamu, teman-teman sekolahmu sekalian menjadi ajang reuni.
Pasti readers senang bukan, bisa bertemu dan semakin banyak bersilaturrahim?
Oke, euforia atau perasaan senang akan ada acara berbuka puasa bersama sekalian menjadi ajang reuni tersebut jangan sampai membuat kita terlena sehingga lalai dengan kewajiban kita.
Kewajiban kita yang pertama dan termasuk amalan yang akan ditanyakan pertama kali pada saat hari perhitungan ialah "sholat".
Berkaitan dengan itu, saya akan memberikan beberapa tips agar sholatmu tetap terjaga. Yuk Simak!
1. Bagi Perempuan, Bawa Mukenahmu
Bagi yang perempuan, jika pakaianmu tidak memungkinkan untuk langsung melaksanakan sholat, dan masih ada bagian tubuh yang harus ditutupi agar auratmu tertutup sempurna, maka jangan pernah melupakan membawa mukenah ya.
Beli baju ratusan ribu bisa, bahkan ada yang seperempat juta, setengah juta, hingga sejuta bahkan lebihpun bisa membelinya dan banggaa jika mengenakannya kemana-mana, masa membawa mukenah saja malu lah?ribet lah?
Jangan pernah mengandalkan orang lain untuk meminjam mukenah, karena belum tentu orang lain membawanya. Kalau satupun tak ada yang membawa, lantas menjadi alasan untuk tidak sholat? Situasi yang begini yang harusnya membuat diri malu karena hal tersebut memang benar-benar memalukan.
So, malulah pada tempatnya. Jangan sampai gara-gara takut dibilang ribed lah, takut dikatakan sok suci lah, terus ga perlu bawa mukenah? Hal yang begini nih yang menjadi penyakit, just be your self, yakinilah dan percaya dirilah untuk melakukan hal-hal yang benar sesuai syariat. Atau bila perlu gunakanlah pakaian yang menutupi seluruh auratmu dan dapat memungkinkan melaksanakan sholat tanpa harus mengenakan mukenah, itu solusi yang paling praktis. Fungsi mukenah apa sih? Yups, hanya untuk menutupi auratmu yang masih terbuka. Jika pakaianmu sudah bisa menutupinua, tidak mengenakan mukenahpun tak apa-apa. Seperti para lelaki, yang ketika ingin sholat ya langsung sholat saja, tak mengenakan atribut tambahan apapun selagi auratnya masih tertutup.
2. Ingat Waktu
Alhamdulillah adzan maghrib berkumandang, saatnya berbuka puasa sambil berbincang seru dengan teman-teman.
Eits, berbincang boleh saja, lama-lama keasyikkan tau-tau sudah mau masuk waktu isya? Wah gawat, jangan sampai begitu ya?
Boleh saja berbincang, tapi jangan melupakan waktu ya. Utamakan terlebih dahulu melaksanakan sholat. Sholat maghrib berapa menit sih? Sholat Maghrib ga akan sampai satu jam khan? Sholat dulu biar tenang, baru lanjut berbincang. Bila perlu dalam perbincangan, kita yang mengingatkan untuk sholat, syukur-syukur Allah berikan bonus pahala untuk kita karena telah mengingatkan. Aamiin.
Bagi perempuan yang sedang haid, tidak apa-apa tetap mengingatkan juga ya, dan tetap PD untuk melantangkan kebenaran. Jika ada temanmu yang tidak terima ketika diingatkan bahkan seorang lelaki, "Ngaca dulu loe, elo sendiri kaga sholat! Gue kaga ngingetin orang-orang lantaran gue sendiri belum sholat!" bersabarlah dalam menghadapi orang yang demikian ya. Tak apa, jelaskan secara lantang bahwa sedang haid. Justru mengingatkan adalah suatu hal yang wajib, terlebih lagi di sekeliling sedang lalai karena terlena dengan nikmatnya duniawi yang fana. Untuk urusan melaksanakan atau tidak, itu menjadi pilihan orang yang diingatkan, dan dosa ditanggung masing-masing, yang penting kita sudah mengingatkan.
3. Just Be Your Self
Just be your self, jadilah diri sendiri, percaya dirilah untuk melantangkan kebenaran.
Yups, hal ini yang ga kalah penting. Ketika kita PD, maka ucapan apapun dari luar yang dapat menggoyahkan bahkan merusak akidah kita, tidak akan mempan jika kita sudah benar-benar PD melantangkan kebenaran. Jangan pernah goyah dengan ucapan orang lain. Terbang ketika dipuji dan terpuruk saat dicaci, waduh kalau begini berarti sudah ikhlas belum ya untuk melaksanakan ibadah?
Omongan apapun, kalau ada yang berkomentar sok suci lah atau apa sehala macam, sudah tidak usah di dengar. Berpura-pura tulilah dalam keadaan demikian. Jika waktunya sholat, ya sudah sholat saja langsung. Jika sudah diajak tidak mau dan justru mengolok-olok yang mengingatkan, ya sudah tinggalkan saja orang yang seperti itu. Ingat, dosa ditanggung masing-masing, jadi PD saja tetap laksanakan sholat, tak usah meragu karena guncangan dari luar sekalipun dari temanmu sendiri.
Oke readers, sekian tips dari saya. Semoga kita selalu dapat menjaga sholat kita ya...
Semoga kita bisa Khusnul Khotimah, mendapatkan akhir yang baik. Aamiin..
#ForReaders
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Jumat, 17 Juni 2016
Pekerjaan yang Dianggap Orang Paling Mudah dan Realitanya: Guru
Pekerjaan yang Dianggap Orang Paling Mudah dan Realitanya: Guru
Readers..
Kali ini kita bahas tentang pekerjaan yang dianggap orang paling mudah dijalani dengan realitanya yuk!
Pasti pada penasaran khan?
Yuk kita simak...
Pekerjaan apa di dunia ini yang paling mudah dikerjain dan diminati?
GURU?
Kalau yang paling diminati sih, iya kali ya?
Karena banyak orang yang berbondong-bondong ingin menjadi guru apalagi ketika jaman doeloe, banyak banget yang kuliah keguruan dadakan, alias yang tadinya jurusan apa, tinggal kuliah akta empat terus jadi guru deh.
Alesannya sih klasik, karena jadi guru tuh kerjaan yang paling gampang dilakuin.
Oh ya?
That is bullshit!
Kok gitu?
Ya iya lah, di dunia ini ga ada yang gampang gitu aja tanpa ada yang namanya usaha.
Pengen dapet uang banyak, tapi usahanya sedikit?
Cuma di mimpi kali ya?
Mau PNS, mau honorer, ketika menjadi guru, ya berarti beban kerjanya sama-sama menjadi guru.
Ketika ada yang harus diselesaikan sampai begadang, ya begadang. Bahkan guru itu paling kompleks pekerjaannya.
Bayangkan saja, pagi sampai sore mengajar di sekolah, berarti pulang sampai rumah itu sore ya?
Apa di pikir pulang itu bisa santai gitu aja?
Masih banyak kerjaan koreksian tugas siswa, PR, sampe ulangan, belum dikalikan dengan siswanya. Misalkan satu kelas ada 40 siswa, ceritanya kelas gemuk yaa.. guru mengajar 5 kelas, 40x5=? ayo berapa? 200! Berarti kalau setiap hari ada tugas, setiap hari guru mengoreksi 200 tugas, belum lagi kalau ada PR, belum lagi dengan ulangan. Belum lagi kalau sudah masuk semester akhir, input nilai raport segala macam. Apalagi dengan kurikulum 2013 yang mampu mengembangkan penilaian terhadap siswa itu bukan hanya aspek kognitifnya saja, tapi juga aspek spiritual dan keterampilannya, dan penilaiannya pun dilakukan secara berkala setiap pertemuan bahkan bisa setiap hari, setiap saat, karena dengan adanya aspek spiritual dan keterampilan itu. Bingung ya maksudnya apa? Sama saya juga bingung, tapi waktu doeloe sebelum mengikuti pelatihan. So, bagian ini pelajari sendiri saja ya bagaimana seluk beluk kurikulum 2013. hehe..
Kalau sore masih mengurusi nilai, terus lanjut sampai malamnya, guru mempersiapkan perangkat mengajar untuk pembelajaran esok harinya. Kebayang khan dari sini? waktu pagi, siang sampai malam terpakai semua untuk urusan sekolah?
Lah terus kapan ngurusin rumahnya? gimana masak, nyuci, ngurusin anak&suaminya?
itu yang perempuan ya..hehe..
kapan waktu istirahatnya?
anak orang diurus dan di didik, anak sendiri gimana?
Iya ya gimana? Pusing juga ya?
Ya itulah resikonya. Ketika sudah memutuskan menjadi apa, harus sudah siap segala konsekuensinya.
Insya Allah waktu di dunianya berkah, ga ada waktu yang kebuang sia-sia.
Lah wong saya mau jadi guru karena paling gampang kerjanya! Ha..hah..situ protes? sama siapa ya? pada rumput yang bergoyang?
Makannya jangan jadi guru kalau ga siap dengan tanggungan pekerjaan menjadi guru. Toh lagian, pekerjaan apapun itu sama saja, sama-sama butuh usaha dan kerja keras, ga ada yang santai.
Kalau ada yang bilang:
"Ga ah aku mah santai jadi guru teh."
Ah paling situ kerjanya saking semangatnya, ditekuni dan dinikmati jadi ga berasa beban, karena udah jadi kewajiban profesi. "Ah engga, aku emang santai kok."
Oh mungkin karena sudah terbiasa menjalani menjadi guru, jadi sudah mahir membagi waktu.
"Eh dibilangin beneran santai, malah ga percaya aja?"
Loh kok bisa ya? Kalau gitu situ guru macam apaan ya? Ngajarnya cuma satu siswa ya? Hayo ngaku?
-Hening-
Ini bukan postingan mengeluh ya, tapi saya greget aja sama paradigma di sekitar yang berkembang, yang terkadang juga mempengaruhi pemikiran.
Kerjaan guru dibilang orang awam yang ga menjalaninya "gampang" terus dapat uang banyak jadi PNS lagi.
Tapi sekarang realitanya sudah tau sendiri khan dengan sepenggal beban kerja yang diceritakan di atas?
Proses menjadi PNS itu ga gampang, penuh dengan usaha kerja keras. Bisa jadi itu bonus dari Allah atas kerja keras dan rasa ikhlas menjadi seorang guru yang membimbing dan mendidik muridnya.
Tapi ada aja ya oknum yang mungkin iri dikiranya melihat beban kerjanya kurang, sehingga jaman sekarang makin nambah tuntutan ini itu, mengumpulkan ini itu. Ya wajarlah ya, yang membuat peraturan mungkin belum pernah menjalani aturan tersebut, secara teoritis mudah, tapi realitanya kadang diabaikan.
Bagi yang menjalaninya, terutama yang honorer, termasuk saya, hehe..
Iya sih, ada aja ngeluh, beban kerja sama tapi penghasilan beda sama senior.
Yoi, baiknya ngaca dulu ya?hehe..
Sekali lagi perjuangan, kita yang ga menjalani kehidupan para senior tinggal enak menikmati melihat kenyamanan hidupnya sekarang tanpa tau tanpa bisa melihat bagaiman perjuangan susah payah mereka di masa lalu.
Iri dengki, biasalah sifat manusia ya, kadang khilaf.hehe..
Lihat orang lain enak, aku kok ga gitu?
Coba kalau menengok bagaimana awal masa perjuangannya, bagaimana susah payahnya, mungkin kita lebih dimudahkan kehidupannya dan harusnya banyak-banyak bersyukur kepada Allah.
Iya sih, sekarang lagi insyaf, masih bulan Ramadhan, besok-besok bergaul dengan pengeluh, kumat lagi ikut-ikutanengeluh dan iri?
Jangan lah ya?hehe..
Semoga Allah selalu membimbing kita.. Aamiin..
Satu lagi, saya juga paling greget kalau ketemu dengan yang bukan seprofesi, senasib, sepenanggungan, dibilang sok sibuk padahal cuma honorer.
Iya sih, sok sibuk apa ya? Ga sibuk kok, lihat aja beban kerja sebagai guru itu gimana. Sama ga sama kerjaan mu?
"Iya ya, Aku kira guru tuh cuma ngajar doang, ya udah kelar."
So, kita semua ga perlu men-judge siapapun dengan pekerjaannya, dengan bagaimanapun derajat jabatannya, dengan berapapun penghasilannya.
Ngapain kita malu dengan pengasilan, derajat yang serendah apapun, yang penting barokah dan berkecukupan. Cukupkanlah kewajiban kita dalam bekerja, maka Allah akan cukupkan kebutuhan kita, entah dari pintu-pintu rizqi manapun itu yang Allah sukai dan ternyata tak kita sangka-sangka.
Begitupun kalau sudah berada di atas, nih biasanya kalau yang ini ujiannya lebih berat karena bersifat laten, alias tersembunyi.
Kita kebablasan dengan kenikmatan kehidupan yang diperolah, ga berasa tau-tau udah jadi orang sombong, tau-tau tega merendahkan orang lain. Semoga kita ga begitu ya, kalaupun udah terlanjur, semoga kita segera sadar dan diampuni Allah.. Aamiin..
Kesimpulannya, ga ada pekerjaan yang mudah dijalani gitu aja seperti orang membalikkan telapak tangan, tapi pekerjaan apapun itu penuh perjuangan. Semoga setiap pekerjaan kita bisa berkah, Aamiin...
Sampai jumpa lagi readers...
Sekian untuk hari ini...
#ForReaders
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Rabu, 11 Mei 2016
Hal yang Sepele Tapi Bisa Fatal Saat Menghadapi Test Ujian Masuk Perguruan Tinggi
Hal yang Sepele Tapi Bisa Fatal Saat Menghadapi Test Ujian Masuk Perguruan Tinggi
Hi Readers...
Untuk tingkat SMA yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, bersiaplah karena sebentar lagi pembukaan pendaftaran mahasiswa baru beserta testnya akan segera datang.
Tentunya kamu sudah mempersiapkan banyak hal bukan dalam menghadapi test ujian masuk perguruan tinggi?
Mulai dari belajar setiap hari di rumah sampai belajar ke lembaga bimbingan belajar sudah, berdo'apun selalu.
Terkadang ada hal lain yang meskipun sifatnya sepele namun perlu diperhatikan lagi untuk mendukung kelancaranmu dalam menghadapi test.
Apa sajakah itu?
Yuk kita simak!
1. Check Lagi Data Dirimu Saat Mendaftar Online Sebelum di Validasi
Readers...
Ini adalah tahap pertamamu yang sepele yltapi jika tidak dihiraukan akan berdampak fatal.
Ketika kamu memasukkan data diri pada pendaftaran online, check kembali secara berulang sebelum di validasi.
Ga mau khan belum test saja kamu sudah langsung gagal?
Ada saja cerita pada step ini.
Saking antusiasnya ingin cepat-cepat mendaftar, akhirnya ada saja yang menuliskan data Nama Sekolah malah ditulis dengan data Nama Kepala Sekolahnya jarena tidak cermat membaca perintah yang harus di isi. Atau karena terburu - buru ada saja digit huruf yang ketinggalan atau berlebih. Misalkan seharusnya "Ananda" menjadi "Annanda", kelebihan huruf "N". Atau ada juga yang typo alias salah ketik karena jari memencet huruf di sebelahnya tanpa di sadari, seperti "Adinda" menjadi "Adimda", hanya beda satu huruf seharusnya "N" menjadi "M". Semua kesalahan-kesalahan tersebut sangat fatal meskipun sepele karena sudah dapat dipastikan pada step ini kamu sudah gagal. Belum test saja masa sudah gagal? Ga mau khan? Sio, lebih teliti lagi ya.
2. Ikuti Instruksi Pendaftaran Mahasiswa Baru dengan Baik
Readers...
Pendaftaran mahasiswa baru pastinya ada aturan dan tata tertib yang berlaku. Untuk menghadirkan kenyamanan, maka ikutilah setiap instruksinya.
Misalkan ada pendaftaran yang menginstruksikan men-scan piagam penghargaan yang duraihmu, maka kirimkan hasil scan piagammu dengan baik dan jangan sampai tertukar dengan data yang lain.
Begitupun dengan foto, peserta yang diwajibkan meng-upload foto, maka harus dengan fotomu sendiri dan sebisa mungkin fotomu formal dan resmi ya. Pernah ada suatu kejadian bahwa peserta memasang foto tokoh kartun, meskipun pintarvdan lolos, namun akhirnya digagalkan juga karena dianggap seperti main-main mengikuti test. Begitupun dengan hal - hal yang diinstruksikan yang lainnya, sebaiknya dipenuhi dengan baik ya readers agar mendukung kelancaranmu dalam test.
3. Check Tempat Dudukmu Satu Hari Sebelum Test
Readers...
Jangan sepelekan yang satu ini ya.
Meskipun kelihatannya sederhana, namun hal ini bisa mempengaruhi keberhasilanmu dalam test loh.
Dalam keadaan tertentu, pernah terjadi peserta test membludak hingga kapasitas menampung peserta dalam ruangan test tidak memadai. Hal ini menyebabkan harus dialihkannya beberapa peserta pada tempat yang bebeda.
Ga mau khan waktu untuk mengerjakan test akan habis karena mencari ruang test sehingga menyebabkan tidak maksimal dalam menjawab soal?
Yups, karena itu ayo check tempat dudukmu sehari sebelum test.
4. Periksa Nomor Tempat Duduk Peserta di Sekelilingmu
Readers...
Pengalaman adalah guru yang berharga. Yups, kali ini pengalaman writer saat dulu menghadapi test.
Sehari sebelum test sudah di check dulu ruangannya dimana. Waktu itu calon peserta test boleh sampai masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa tempat duduknya yang mana.
Waktu itu writer hanya melihat nomor tempat dududk sendiri. Oke di sini tempatnya dan langsung keluar.
Eh apesnya pas hari test, pengawas test melihat adanya kejanggalan nomor urut tempat duduk.
Rupanya ada peserta yang mencoba untuk berbuat tidak jujur.
Sekelompok orang yang berasal dari sekolah yang sama menukarkan nomor peserta yang ditempelkan pada tempat test agar saling berdekatan dan mudah untuk saling bekerja sama.
Waduh, writer yang ga tahu - menahu akhirnya kena imbasnya.
Akhirnya urutan tempat duduk dengan nomor peserta yang seharusnya dipindahkan kembali sesuai dengan aturan yang berlaku.
Oh no! Banyak kerugian yang ditanggung writer akibat ulah sekelompok orang yang ingin berbuat curang, pertama yaitu waktu yang seharusnya digunakan untuk mengerjakan test justru tersita untuk mengembalikan tempat duduk yang semestinya. Kedua, tentunya ada catatan khusus bahwa ruangan tempat test berisi orang yang tidak jujur, atau di black list.
Sangat rugi bukan jika test mu gagal hanya karena sekelompok orang yang mencoba berbuat curang dan berimbas pada ruang testmu di black list? Padahal sepele ya? Tapi bisa fatal.
So, kalau sampai diperbolehkan masuk ke dalam ruang test, periksa juga nomor test di sebelahmu sesuai atau tidak dengan urutan dan aturan yang berlaku.
5. Berpura-Pura Tulilah pada Siapapun yang Mengajak Berbincang Saat Test
Readers..
Sekali lagi pengalaman adalah guru yang paling beharga. Inipun terjadi pada writer. Hal yang sepele tapi bisa jadi fatal.
Ketika menghadapi test, ada saja orang yang mencoba berbincang denganmu mulai dari meminjam penghapus atau alat tulis yang lainnya sampai jika waktu test masih ada, kamu diajak berbincang untuk berkenalan.
Writer beri tahu ya, jika dalam keadaan demikian, berpura - pura tulilah.
Ga mau khan kalau kamu jadi di black list oleh pengawas gara - gara orang yang di sampingmu meminjam penghapus?
Malah justru orang tersebut mengajak kenalan, udah deh ga usah di perdulikan kalau masih dalam waktu jam test.
Mana tahu pengawas kalau kamu adalah pihak yang sebenarnya dirugikan karena diganggu terus oleh orang yang tempat testnya berdekatan denganmu, yang ada pengawas hanya tahu kalau kalian sedang berbincang seperti orang yang sedang bekerja sama alias menyontek. Alhasil kamu ikutan terbawa di black list karena berbincang dengan orang tersebut.
Sepele tapi jika tidak diperhatikan bisa fatal bukan?
So, jangan sampai kejadian pada readers ya..
Sekian dari writer, sampai jumpa pada artikel selanjutnya ya readers...
#ForReaders
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Minggu, 01 Mei 2016
Tuntutan Pekerjaan
Tuntutan Pekerjaan
Readers...
Hayo acungkan tangan siapa saja yang sudah bekerja?
Kadang ada kalanya kita akan merasakan beberapa hal ini di tengah perjalanan karir kita.
Yuk simak...
1. Kadang Tuntutan Pekerjaan Membuat Kita Memiliki Jarak dengan Sahabat Kita
Readers...
Buat kalian yang punya sahabat yang sekaligus rekan kerja, wah pokoknya top banget, jaga sahabatmu jangan sampai lepas ya.. haha..
Ga semua orang gampang punya sahabat yang sekaligus rekan kerja juga loh.
Beda ya khan antara kenalan, teman, dan sahabat.
Dunia kerja itu ga semudah dunia sekolah.
Semasa sekolah bisa saja dari awalnya yang cuma kenalan, ternyata cocok terus jadi teman, dan pada akhirnya ketika menemukan kesesuaian visi misi, kalian bisa jadi sahabat yang kental sampai berasa kayak saudara sendiri.
Tapi... kalau di dunia kerja, mendapatkan sahabat itu ga segampang itu.
Why?
Di dunia kerja, antara pegawai lama dan pegawai baru biasanya saling berpartner. Pegawai lama biasanya udah pada berumur, sedangkan pegawai baru biasanya masih pada muda-muda. Perbedaan jarak umur yang begitu jauhlah yang terkadang dalam beberapa hal bikin kurang klop. Dengan adanya rentang perbedaan umur yang begitu jauh inilah yang membuat kematangan pola berpikir, perbedaan pengalaman, budaya, tabiat, semuanya terasa kental berbeda dan butuh penyesuaian yang lumayan agak lama antara satu dengan yang lain sampai benar-benar menjadi sahabat.
Apalagi kalau yang satu sudah berkeluarga yang umur anaknya kepala dua, dan yang satu lagi pegawai baru yang belum sama sekali berkeluarga dan umurnya masih kepala dua. Wah, serasa anak dan orang tua ya? Hal inilah yang membuat status "sahabat" agak sulit dicari di dunia kerja.
Sekalipun kita klop dengan rekan kerja yang umurnya terlampau jauh dari kita, kita tetap menghargai beliau dan serasa orang tua sendiri, ga seperti sahabat semasa kuliah atau sekolah yang bisa bebas curhat, bercanda atau semacamnya tanpa ada rasa segan.
Tanpa adanya sahabat terkadang rasanya hidup itu sepi.
Pada masa-masa inilah baru mulai terasa yang tadinya senang dapat pekerjaan lama-lama menjadi sedih karena ga bisa bareng lagi sama sahabat sewaktu sekolah atau kuliah.
Ketika sahabatmu membutuhkanmu saat susah dan sedih, seperti salah satu anggota keluarga inti sahabatmu meninggal, kadang kala kamu bakalan terbentur dengan waktu kerjamu yang padat dan kamu ga bisa ada di sisi sahabatmu.
Atau ketika di hari bahagia sahabatmu seperti saat pernikahan, kamu juga kadang ga bisa ngehadirin hari bahagia sahabatmu karena tuntutan jam kerja yang padat.
Begitupun sebaliknya, kadang kala sahabatmu yang ga ada ketika kamu dalam moment-moment tertentu karena tuntutan waktu jam kerja.
Tuntutan pekerjaan inilah yang membuat lama-lama terasa menjauhkanmu dengan sahabatmu sewaktu sekolah atau kuliah.
Mungkin rasanya sedih ataupun kesal, mengapa pertemuan kini tak semudah dulu.
Tapi yang namanya hidup kudu terus berjalan.
Selagi masih diberi amanah untuk bekerja, maka ada kewajiban yang harus ditunaikan disana.
Meskipun pekerjaan terasa membuat kita menjauh, tapi ada rindu dalam do'a yang bisa tetap menyatukanmu dengan sahabatmu.
2.Kadang Tuntutan Pekerjaan Membuatmu Agak Menjauh Dari Keluarga Besar
Readers...
Setiap orang pastinya punya keluarga besar, yaitu kakek, nenek, paman bibi, keponakan, sepupu, pokoknya semua silsilah segenap family..hehe..
Kadang tuntutan pekerjaan membuat kita agak menjauh dari keluarga besar.
Saat keluarga besar mengadakan pertemuan keluarga, atau piknik sekeluarga, atau semacamnya yang judulnya kumpul keluarga besar, kamu dituntun untuk tetap bekerja, ada jam tambahan keja lah, lembur lah, hingga jadwal pekerjaan yang memiliki tanggalan sendiri dan tidak terpengaruh dengan hari libur nasional apapun.
Dengan keadaan tuntutan jam kerja yang demikian, kamu bakalan ketinggalan moment penting dan berharga dalam kebersamaan di keluargamu.
Yang beginian nih yang bikin ngebatin, sakitnya tuh di sini. hehe..
Tapi don't cry ya readers...
niatkan pekerjaannya itu sebagai ibadah.
Semoga yang dikerjakan mendapatkan barokah.
Toh kita kerja juga buat meringankan biaya hidup keluarga, buat ngebahagiain keluarga.
Selain itu, yang kerjaannya bener-bener ga bisa ditinggal, berarti kita adalah tenaga yang prifesional di bidangnya, untuk kemaslahatan orang banyak juga, jadi semoga yang kita kerjakan bisa menjadi pahala amal jariyah atau ilmu yang manfaat.
Meski tuntutan kerja agak membuat jarak kita jauh dengan keluarga, namun ada kekuatan do'a yang dapat mempersatukan kita dengan keluarga.
3. Tuntutan Kerja Membuat Kita Merindu Sosok Pendamping Hidup
Saat tuntutan jam kerja ga bisa dikompromi kayak nomor 1 dan 2, rasanya hidup semakin terasa sepi.
Apa ya yang kurang?
Apa kurang minum karena dampak dehidrasi sehingga konsentrasi menghilang?
Dan ternyata aku butuhnya "kamu".
Ya, "kamu"!
Eits, nunjuknya sama siapa tuh? haha..
Yaps readers...
buat kamu yang masih belum berkeluarga, lama-lama tuntutan pekerjaan membuatmu merasa ingin membangun keluarga sendiri.
Rasa kesepian yang kamu alami dalam tuntutan jam kerja, membuatmu membutuhkan sosok yang selalu ada di dalam hidupmu setiap hari.
Dari menutup mata hingga terbangun lagi ia ada dihadapanmu.
Dan sosok itulah yang dapat menjadi semangat barumu dalam bekerja.
Yaps, ia adalah "pendamping hidup".
Pendamping hidup yang bisa seperti sahabat sekaligus keluarga yang selalu menemanimu dalam suka maupun duka sehingga kamu tak merasa kesepian lagi.
Ciye...
Readers...
Sekian dulu bahasan tuntutan kerja, tunggu ya next artikel lain yang lebih seru..
#ForReaders
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Jumat, 29 April 2016
Buat Kamu Yang Baru Meniti Karir (Edisi Permasalahan Klasik dalam Pekerjaan)
Buat Kamu Yang Baru Meniti Karir (Edisi Permasalahan Klasik dalam Pekerjaan)
Hi readers...
Dunia pekerjaan banyak sekali lika-likunya, ada saja masalah yang akan dihadapi.
Apa saja sih hal-hal yang biasanya dialami oleh para pekerja yang baru meniti karir? Yuk simak!
1. Dalam Menghadapi Komentar Apapun Tentang Hasil Kerjamu, Stop Nenjawab dengan Lisan, yang Penting Tunjukkan Kinerjamu!
Readers, namanya juga kita hidup bersosialisasi, pasti ada saja yang membicarakan kita, entah dari hasil kerja kita sampai kehidupan pribadi kita.
Yang penting, kitanya yang kudu keep calm ya...
Ada kalanya kerjamu akan dikomentari ini dan itu, terutama oleh atasanmu.
Ga semua pekerjaan yang kamu kerjakan terlihat oleh atasanmu.
Jangan kaget kalau suatu waktu akan ditegur oleh atasanmu padahal yang kamu lakukan itu sudah benar dan mengikuti prosedur.
Ga perlu menjawab dengan mulut atas berbagai tuduhan kinerja yang buruk terhadapmu, cukup diam dan jawab dengan bukti nyata, tunjukkan kerja kerasmu.
Jadikanlah teguran hanya sebagai bumbu dalam bekerja agar kedepannya lebih baik lagi.
2. Hal yang Manusiawi Suatu Hari Kamu akan Merasa Jenuh dengan Kegiatan Itu-Itu Saja Setiap Harinya, Namun Bersabarlah!
Readers...
Kebayang ga sih setiap hari kamu melakukan rutinitas pekerjaan itu-itu saja terus - menerus?
Lama - lama bosan juga ya?
Ya bisa dibilang jenuh.
Itu hal yang manisiawi, namun kendalikanlah emosimu.
Kadang kala ada yang sampai memecahkan rasa jenuh itu dengan cara resign dari pekerjaan tersebut dan mencari bidang baru.
Namun readers jangan dulu gegabah dalam mengambil keputusan.
Tidak semua orang mudah mendapatkan pekerjaan.
Cari akar permasalahan jenuh itu apa.
Kalau jenuh itu karena butuh refreshing, maka pikniklah!
Sekali-kali boleh lah jalan-jalan.
Bagi yang suka travelling bisa menjelajah Indonesia yang luas ini.
Bagi yang suka belanja, bisa kali ya nengokin mall.. hehe..
Yang jelas, ketika jenuh datang, asikin aja dengan cara readers masing-masing..
3. Lingkungan Lekerjaan Ga Nutup Kemungkinan Terjadi Perpecahan, Jadilah Pihak yang Netral.
Readers...
Musuh-musuhan, berantem, atau semacamnya ternyata tidak hanya terjadi pada masa kanak-kanak loh..
Dunia pekerjaan yang isinya orang berumur juga terkadang bisa tersangkut perselisihan.
Jika di tempat kerja readers terjadi perselisihan sehingga terbentuk kubu A atau kubu B, jadilah pihak yang netral saja readers.
Kita ga perlu ikut-ikutan masalah orang, apalagi kalau readers masih termasuk pegawai baru, kita ga bisa berpihak pada satu kubu tanpa melihat akar permasalahan dan pendapat kubu lain. Terkadang kebenaran dikatakan benar ditinjau dari perspektif masing-masing kubu. Kalau kedua kubu diperdengarkan, pasti pada akhirnya readers lebih baik menjadi yang netral.
Dunia pekerjaan tidak seperti dunia anak, kita ga pernah tahu dikemudian hari akan butuh seseorang yang ternyata dulunya kita anggap musuh. Malu ga sih readers? Iya lah, karena itu lebih baik berbuat baiklah kepada semua orang, dan ketika ada yang berselisih jadilah yang netral.
4. Terlanjur Tersangkut Perselisihan? Mengalah dan Bersabarlah
Readers...
Ga menutup kemungkinan sih kalau justru kita yang tersangkut perselisihan. Jadi solusinya ya udah yang waras ngalah... hehe...
Sabar ya readers... orang yang sabar disayang Allah... mungkin ini ujian readers buat naik kelas kehidupan supaya besoknya bisa lebih dewasa gitu... hehe..
5. Sudah Sabar, Tapi Terus Saja Diperlakukan Tak Wajar? Berdo'alah.
Readers...
Ga usah berkecil hati, sudah sabar tapi tetap saja diperlakukan tidak wajar oleh rekan readers. Sirik kali ya? Hehe...
Tenang readers, kita masih punya senjata selain sabar, yaitu berdo'a.
Jika posisi readers memang benar, maka do'a orang yang teraniaya cepat diijabah loh.
Eits, tapi jangan mendo'akan keburukan untuk rekan readers ya..
Mumpung do'a orang yang teraniaya lebih cepat diijabah, maka do'akanlah untuk kebaikan readers sendiri.. hehe..
Iya ga sih? Ibarat dipersilahkan meminta suatu permintaan, mintalah permintaan yang belum terkabul dan sangat ingin dikabulkan..
Hehe...
Sepertinya masalah klasik yang umum dihadapi hanya ini...
Ya, jangan banyak-banyak masalah ya... Asikin aja...
Sampai jumpa lagi readers pada artikel selanjutnya...
#ForReaders
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Selasa, 19 April 2016
Buat Kamu Yang Baru Meniti Karir (Edisi Mengatur Keuangan)
Buat Kamu Yang Baru Meniti Karir (Edisi Mengatur Keuangan)
Hi Readers...
Postingan lalu kita membahas tentang lowongan kerja, kali ini kita akan membahas hal-hal yang perlu dipikirkan buat kamu yang baru meniti karir.
Yuk simak...
1. Utamakan Kebutuhan Primer dari pada Kebutuhan Tersier
Cie Gajian... Cie Gaji Pertama..
Mendapatkan gaji pertama pasti senang ya?
Eits, tapi tunggu dulu...
Alokasikan uangmu untuk kebutuhan primer dulu ya..
Mulailah belajar mengatur keuangan. Bila perlu catat kebutuhan primer apa saja yang benar-benar mendesak.
Kalau ada lebihan uang, jangan lupa untuk shodaqoh atau syukuran dengan uang gaji pertamamu...
Kalau gaji pertamamu belum ada lebihannya, bisa next gajian kok...
Yang penting niatkan untuk berbagi juga pada sesama..
Eits, buat readers yang memiliki teman baru gajian, jangan pernah bilang minta traktir ya! Karena kita tak pernah tahu kemampuan keuangan teman kita dengan kebutuhannya yang sebenarnya, jangan sampai kita yang menjadi temannya justru memberikan efek gaya hidup yang tidak baik menghambur-hamburkan uang.
Justru kita yang harusnya berkaca, kalau kita sudah mapan, ada baiknya kita yang berbagi dan terbuka memberi bantuan pada teman kita ya..
2. Bang.. Bing.. Bung... Yok Kita Nabung!
Sudah gajian, jangan lupa sisihkan uangmu untuk menabung ya.
Kita tak pernah tahu akan ada kebutuhan mendesak apa untuk hari esok.
Oleh karena itu, persiapkan dirimu untuk menghadapi hal tersebut dengan cara menabung.
Meski hanya sedikit yang kamu tabungkan, namun jika dilakukan secara rutin, lama-lama akan menjadi bukit.
3. Simpan Penghasilanmu di Tempat Aman dan Terpercaya
Jika uang yang kamu kumpulkan lumayan banyak, percayakanlah pada bank. Tapi kita juga harus selektif ya, carilah bank yang sudah jelas terbukti amanah dalam menyimpan uang nasabahnya.
Niatkan menabung di bank untuk menyimpannya saja, bukan tujuan mendapatkan bunga. Hati-hati jangan sampai kita terlena, lalai hingga terjerat pada riba yang dosanya besar.
Bila perlu, kalau ada program bank syariah, kita bisa menyimpannya di sana.
4. Mulailah Memiliki Aset untuk Hari Esok
Roda perekonomian terus saja berputar. Harga-harga barang pokok seperti sembako ataupun hingga kebutuhan hidup lainnya bisa jadi semakin bertambahnya waktu semakin mahal. Apa yang bisa kita lakukan dengan adanya hal tersebut atau inflasi di masa yang akan datang?
Mulailah memikirkan memiliki aset yang dapat menjanjikan untuk masa depan.
Contohnya yaitu seperti tanah, sawah, kebun, empang ataupun logam mulia.
Tiap bertambahnya waktu, maka harga tanah akan semakin naik pula. Jika suatu waktu ada kebutuhan yang terdesak, tanah bisa di jual dengan harga ang kekinian. Atau jika tidak ingin di jual, tanah juga dapat menjadi ladang penghasilan.
Jika tanah digarap menjadi kebun, maka hasil kebun dapat dijual dan kita mendapatkan penghasilan dari sana.
Eits, tapi jangan lupa ya untuk membayar zakat asetmu jika sudah masuk aset yang dikenakan zakat.
Warning!
Membicarakan aset, jangan sampai terjerat riba pula ya!
Jangan sampai tergiur dengan iming-iming asuransi. Karena berdasarkan beberapa pengalaman orang yang tentunya sudah banyak makan asam garam kehidupan, hehe.. rata-rata asuransi pada kenyataannya tidak se-menggiurkan iming-imingnga.
Makannya, niat awalnya dulu apa mau ikut asuransi itu? Pengen dapet untung malah buntung.
Yuk ah, kita bareng-bareng belajar lagi, yang dikatakan riba itu bagaimana, terus sengsaranya gimana aja riba itu.
5. Tetaplah Menjadi Diri Sendiri
Buat kamu yang sudah bekerja dan dapat menghasilkan uang yang lumayan banyak, jangan pernah berubah ya.
Tetaplah menjadi dirimu sendiri.
Terkadang ketika kita sudah merasa mapan, gaya hidup kita akan berubah menjadi lebih tinggi.
Gengsi yang menjadi penyebab utamanya.
Tetangga punya ini itu, ikutan panas ingin punya ini itu juga, akhirnya hawa nafsu dituruti, dan gaya hidup menjadi boros.
Janganlah merasa ingin dipandang kaya, ingin dihormati karena kekayaan hartanya, namun jadilah sosok yang tetap bersahaja dan kaya "hatinya".
Karena kekayaan harta tidak akan dibawa mati, namun kekayaan hati yaitu kebaikan pada sesama seperti amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat dapat mengalir terus pahalanya meski kita telah tiada.
Apalagi ya readers? Sepertinya hal-hal yang penting sudah saya sampaikan pada edisi mengatur keuangan. Sampai jumpa pada edisi berikutnya readers...
#ForReaders
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^
Minggu, 17 April 2016
Lowongan Pekerjaan
Lowongan Pekerjaan
Hi readers...
Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini ya? Mungkin karena kesibukan yang baru agaknya sedikit melupakan dunia tulis-menulis blog. hehe...
Baiklah, langsung saja.. kali ini saya akan berbagi tentang pengalaman saya dalam mencari lowongan pekerjaan. Simak yuk!
1. Percaya Dirilah Menyebarkan Surat Lamaran Pekerjaan!
Kadang setelah lulus kuliah, banyak sekali keinginan namun sedikit sekali nyali untuk mewujudkannya.
Ingin bekerja di tempat A, B, atau C, itu impian yang diinginkan, tapi tidak berani untuk mengajukan diri melamar pekerjaan di tempat tersebut karena takut tidak diterima, takut banyak saingannya, dan takut-takut yang lain?
Buang jauh-jauh pada takut-takut itu!
Percaya Dirilah, dan mulailah sebarkan lamaran pekerjaanmu dan tulis CV selengkap mungkin.
Segala keahlianmu cantumkan pada CV dan yakinkan bahwa kamu layak untuk diterima.
2. Menunggu Itu Menjemukan, Tapi Bersabarlah!
Mengajukan lamaran pekerjaan kemana-mana sudah, tapi kok ga diterima juga ya?
Coba baca kalimat ini:
S-A-B-A-R
Sabar readers!
Usaha sudah kita lakukan, dan saatnya kita bersabar. Kadang seseorang memang diuji melalui kesabarannya.
Siapa yang dapat lolos dari ujian itu, maka ia akan mendapatkan reward atau hadiahnya.
Plus jangan lupa, dalam sabar menunggunya perlu ditambah banyak berdo'a.
3. Mengevaluasi Diri
Masih belum dipanggil interview juga?
Coba readers ada baiknya untuk mengevaluasi diri.
Hal ini penting agar untuk menilai diri mengapa belum juga dipanggil interview. Apakah sasaran pekerjaan sudah tepat dengan keahlian atau ternyata tidak sesuai? Hayo...kalau sasaran tujuan posisi kerja belum sesuai dengan keahlian, mulailah coba lagi melamar dengan tujuan posisi pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan lihat hasilnya.
Tentunya setiap tempat pekerjaan membutuhkan para pekerja yang ahli di bidangnya, yakinkan keahlian yang dibutuhkan itu ada pada dirimu.
4. Perluas Pertemanan
Buat readers yang masih saja menganggur padahal sudah coba lagi melamar, ga ada salahnya mencoba tips yang satu ini, yaitu perluas pertemanan.
Ada yang bilang kalau banyak silaturrahim banyak rezeki.
Faktanya memang benar loh!
Ayo perbanyak lagi pertemanan dan sharing tentang keahlianmu, siapa tahu ternyata salah satu dari temanmu membutuhkan keahlianmu atau setidaknya mengetahui lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlianmu.
Terkadang bermula dari hal yang sederhanalah yang menjadi jalan kita untuk menjemput rezeki.
5. Butuh Pekerjaan Khan? Buang Gengsimu!
Ceritanya sudah diterima nih?
Lah, tapi kok posisi pekerjaannya rendah, tidak sesuai harapan? Lah gajinya kecil? Ambil, atau tolak ya?
Jangam pernah lewatkan kesempatan readers! Selagi tidak ada kesibukan lain, alias menganggur, langsung ambil saja tawaran pekerjaan itu.
Buang dulu gengsimu ketika tawaran pekerjaan ternyata posisinya ada di bawah harapan.
Buang dulu gengsimu karena malu dengan teman-temanmu yang sudah bekerja karena gajinya sedikit.
Orang lain justru tidak seberuntung kamu loh!
Lebih baik mana bekerja meski gajinya kecil atau menjadi pengangguran?
Lebih baik bekerja dong!
Sekalipun gajimu kecil, tapi lihat ilmu dan pengalaman yang akan kamu dapatkan lebih banyak.
Pengalaman itulah yang dapat menjadikanmu lebih dewasa dalam melangkah ke depannya.
Apa lagi ya?
Sepertinya sudah saya sampaikan semua inti-intinya...
Semangat mencoba ya readers...
Semoga berhasil...
Salam Sukses
#ForReaders
"Belajarlah karena Allah, bekerjalah karena Allah, kejarlah Ridha Allah"
*Saya Seorang Guru yang Bahagia*
^_^

